Senin, 23 Agustus 2010

Umur Tata Surya Diperkirakan 4,5 Miliar Tahun

TEMPO Interaktif, Arizona - Ilmuwan memprediksi tata surya kita berumur 4,5 miliar tahun. Dua juta tahun lebih tua ketimbang perkiraan sebelumnya.
Penghitungan itu didapat dari penelitian meteorit yang mendarat di Maroko pada 2004 lalu. Menurut Meenakshi Wadhwa, peneliti dari Universitas Arizona State Amerika Serikat, batu angkasa berukuran 1 sentimeter itu dikenal dengan penyertaan kalsium dan aluminium atau CAI.
Penyertaan atau inclusion adalah mineral yang terjebak dalam meteorit saat batu angkasa itu terbentuk. Peneliti meyakini CAI merupakan benda padat pertama yang mengembun saat pembentukan matahari dan planet. Jadi, kata Wadhwa, umur CAI merupakan representasi umur tata surya kita. "Saat ini kami yakin ini merupakan perhitungan yang paling akurat," ujarnya seperti dikutip space.com, Senin (23/8).
Wadhwa dan rekannya, Audrey Bouvier, menggunakan teknik lead-lead dating, yang biasa digunakan untuk menentukan umur meteorit yang berkode NWA 2364 itu. Mereka mengukur kelimpahan dari tiga isotopnya, yang menunjukan hasil sama: 4,5682 miliar tahun.
Perhitungan ini cuma "beda tipis" dari kalkulasi sebelumnya, yang juga didapat dari pengukuran umur meteorit. "Tapi perbedaannya nyata, 1,9 juta tahun," kata Wadhwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar